Senin, 01 Juli 2019

Kemenag Tetapkan Akreditasi Pada 184 Pesantren Selama 2018

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama melakukan akreditasi terhadap ratusan lembaga pendidikan kesetaraan pada Pondok Pesantren pada tahun 2018 lalu.
"Ada sebanyak 184 satuan pendidikan kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah sudah kita lakukan penilaian pada tahun 2018 lalu," kata Direktur PD-Pontren Ahmad Zayadi di Jakarta, Kamis (31/01).
Menurutnya, 57 pondok pesantren mendapat nilai akreditasi A, lalu 99 pondok pesantren mendapat akreditasi B dan sebanyak 28 pondok pesantren mendapat akreditasi C. Penilaian akreditasi dilakukan bulan Juli hingga Desember 2018 oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal (BAN PAUD/PNF).
Zayadi berharap, nantinya secara bertahap Pondok Pesantren lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia dapat mengikuti jejak pesantren yang sudah terakreditasi ini. Sebab Zayadi menilai bahwa akreditasi merupakan salah satu langkah rekognisi terhadap lembaga dan lulusan pondok pesantren, terlebih Pondok Pesantren Salafiyah dan menjadi nilai lebih bagi Pondok Pesantren tersebut.
Pondok Pesantren yang ada di Indonesia sejumlah 28 ribuan, dengan jumlah yang demikian ini Kementerian Agama merasa perlu melakukan akreditasi pesantren. Hal ini sangat penting dalam pengembangan kapasitas pesantren guna memberikan peran dan kontribusi yang lebih maksimal, pungkas Zayadi. (Hikmah/dod) (Sumber)


Minggu, 30 Juni 2019

Penerima Penghargaan Santri Of The Year 2018

Penghargaan tahunan terhadap dunia santri tahun 2018 dilaksanakan Kampus UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya. Perhelatan ini digagas oleh Islam Nusantara Center (INC) dan Pustaka Compass selaku penyelenggara yang pada tahun ini bekerja sama dengan UIN Sunan Ampel Surabaya.

"Kami bangga menjadi bagian dari  Santri of  The  Year 2018," kata Rektor UINSA Surabaya, Prof Dr Masdar Hilmi.

Masdar berharap acara ini akan memberi inspirasi untuk bangsa. "Inilah bukti bahwa santri dan pesantren telah mengisi bangsa ini dengan banyak hal yang positif, inspiratif, dan kontributif," katanya.

Acara penyerahan penghargaan di Kampus UINSA, Senin, dihadiri sejumlah tokoh santri pejabat dan para pengurus NU, antara lain  ang  hadir antara lain Gubernur Jatim  terpilih Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim terpilih Emil Dardak, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. 

Berikut adalah Santri dan Pesantren inspiratif peraih penghargaan Santri of The Year 2018 :

1. Nominasi Pesantren Salaf Inspiratif : Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang
2. Nominasi Pesantren Modern Inspiratif : Pesantren Amanatul Ummah Surabaya-Mojokerto
3. Nominasi Pesantren Entrepreneur : Pesantren Al Mawaddah (Kudus)
4. Nominasi Pesantren Takhassus : Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo (Fiqh) 
5. Nominasi Santri Inspiratif Bidang Dakwah : Dr. KH. Imam Mawardi (Surabaya)
6. Nominasi Santri Inspiratif Bidang Pendidikan : Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
7. Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Entrepreneur Dahlan Iskan
8. Nominasi Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kotamadya : H. Asip Kholbihi, SH., M.Si (Bupati Pekalongan)
9.Nominasi Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi : Dr. H. Nurdin Basirun Gubernur Kepulauan Riau)
10. Nominasi Santri Inspiratif Bidang Seni & Budaya : Veryal Eisha Aqila ‘Veve’ Zulfikar (Sidoarjo).
11. Pahlawan Santri 2018 : KH Masjkur Malang
12. Santri Mengabdi Sepanjang Hayat : KH. Hasyim Muzadi